Ada apa dengan birokrasi ?

Hari ini, saya dengan temen pergi ke RSHS (tau ?) untuk membuat surat keterangan bebas narkoba. Hari kemaren, saya menanyakan kepada salah satu petugas untuk proses pembuatan surat tsb, dia menjawab “Wah, saya kurang tau pa, perlu surat penganta dari dokter ?”, ini kekecewaaan pertama. selanjtna saya bertanya ke petugas yg lain dan menjawab dengan kurang meyakinkan “hmmm …. Ada pa, coba aja ke mcu (tau?)”, saya tanya lagi “brapa pa biayanya per point?” , dia menjawab dengan kurang meyakinkan pula “hmmm …… 80rb pa”, ini kekecewaan kedua.

*Dalam hal ini kekecewaan pertama dan kedua sangat kurang bisa diterima dikarenakan petugas/karyawan sendiri tidak tau apa / bgimana tentan tempat kerjanya …

Kembali ke hari ini. Hr ini saya menanyakan kembali ke salah satu petugas dan dijawab dengan meyakinkan bahwa untuk proses membuat surat keterangan tsb bisa datang ke bagian mcu(medical check up) trus langsung ke laboratorium. dengan sedikit informasi itu saya pd dan mengikuti apa yg dianjurkan pegawai tersebut. Saya langsung mengantri ke loket untuk melakukan pembayaran dan disepakatai untuk pembuatan surat tsb per point Rp. 35rb , ini pun di komplen sama petugas kasir bahwa sharusnya saya membeli per paket surat keterangan tsb, yaitu 6 point dengan harga Rp. 170rb. karena diterangkan lebih lanjut saya tetep dengan pendirian untu 1 point saja (extacy).

setelah itu saya masuk ke sebuah ruangan untuk diambil sample air seni , saya fikir langsung dikerjakan disitu tapi ternyata saya disuruh pergi ke ruangan lain yg berada di lt. 2 khusus untuk laboratorium pemeriksaan air seni tsb. singkat cerita saya kembali setelah 1 jam (spt yg dianjurkan) untuk mengambil hasilnya dan ternyata saya tidak dibuatkan surat keterangan bebas narkoba dan hanya dibuatkan hasil pemeriksaan saja, ini dikarenakan (menurut mereka) saya harus membayar paket untuk mendapatkan surat keterangan tsb. dengan sedikit berargumen bahwa cuman satu point saja yg dibutuhkan , mereka tetep ngotot tidak mau mengeluarkan surat keterangan tsb. dengan sedikit agak kesal karena dipaksa untuk membeli paket akhirnya saya dan temen saya mengalah untuk membeli per paket dengan harga Rp. 170rb.

*kesimpulan sementara bahwa lembaga pemerintah masih dipenuhi dengan birokrasi
*bagi yg mempunyai dana untuk membeli paket tsb tidak jadi maslah , tapi bagaimana dengan orang yg tidak punya uang , saya fikir pemaksaan membli paket ini tidak bisa dilanjutkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s