Proporsional Memaknai Olimpiade Sains

Proporsional Memaknai Olimpiade Sains
Mikrajuddin Abdullah

Tanggal 2-8 September 2012 diselenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Jakarta. Kali ini hanya diselenggarakan OSN tingkat SD/MI dan SMA/MA karena tingkat SMP/MTs sudah dilaksanakan di Pontianak 28 Juni-4 Juli 2012. Beberapa tahun tearkhir OSN SMP/MTs dilaksanakan lebih awal untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan International Junior Science Olympiad (IJSO) di akhir November atau awal Desember, sehingga pemenang OSN memiliki waktu yang cukup untuk persiapan mengikuti IJSO. Memang kemeriahan OSN sedikit berkurang dibandingkan saat OSN seluruh tingkatan dilaksanakan serentak di kota yang sama.

Kegiatan olimpiade sains mulai dikenal di Indonesia sejak keikutsertaan Indonesia di International Physics Olympiad (IPhO) ke-24 di Williamsburg, USA. Pelopornya adalah Yohanes Surya dan Agus Ananda, mahasiswa pascasarjana di College of William and Mary, Virginia, US. Indonesia meraih medali emas pertama pada IPhO ke-30 di Padova, Italia tahun 1999. Sejak 1993 hingga 2012, Indonesia sudah meraih 22 emas, 19 perak, 29 perunggu, dan 18 honorable mention di semua IPhO yang diikuti.

Saat ini banyak olimpiade sains yang diselenggrakan di tingkat nasional maupun internasional. Di tingkat nasional ada OSN (Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, dan Kebumian), Olimpiade Geografi Nasional, Olimpiade MIPA Perguruan Tinggi, dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Di tingkat internasional ada IMO (matematika), IPhO (fisika), ICO (kimia), IBO (biologi), IOI (informatika), IAO (astronomi), IESO (kebumian), IOAA (atronomi dan atsrofisika), IJSO (sains SMP), dan IMSO (sains dan matematika SD). Indonesia aktif terlibat di hampir semua olimpiade internasional.

Pemerintah memberi penghargaan kepada pemenang olimpiade sains internasional (OSI). Melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 62 Tahun 2009, pemerintah memberikan beasiswa kepada peraih medali OSI berupa: (a) beasiswa mengikuti jenjang pendidikan tinggi sampai doktor untuk peraih medali emas, (b) beasiswa mengikuti jenjang pendidikan tinggi sampai master untuk peraih medali perak, (c) beasiswa mengikuti jenjang pendidikan tinggi sampai sarjana untuk peraih medali perunggu. Beasiswa tersebut berlaku untuk kuliah di perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.

Peraih Medali

Pada perlombaan/pertandingan olah raga, peraih medali emas pasti yang menempati urutan pertama, peraih perak adalah urutan kedua dan peraih perunggu adalah urutan ketiga. Berapa pun jumlah peserta, maka hanya tiga medali yang disediakan. Jumlah peraih medali dalam olimpiade sains tidak tetap, namun bergantung pada jumlah peserta. Untuk IPhO, pasal 6 statuta menyatakan: (a) jumlah total medali emas yang diberikan mencakup 8% peserta, (b) jumlah total medali emas dan perak yang diberikan mencakup 25% peserta, (c) jumlah total medali emas, perak, dan perunggu yang diberikan mencakup 50% peserta, dan (d) dan tambahan honorable mention sehingga sebanyak 67% peserta mendapat medali emas, perak, perunggu dan honorable mention.

Misalkan peserta berjumlah 250 orang maka jumlah medali emas 8%x250 = 20. Jumlah medali emas dan perak 25%x250 = 63 (setalah pembulatan), sehingga jumlah medali perak 63-20 = 43. Jumlah medali emas, perak, dan perunggu 50%x250 = 125, sehingga jumlah medali perunggu 125-63 = 62. Jumlah medali emas, perak, perunggu, dan honorable mention 67%x250 = 168, sehingga jumlah honorable mention 168-125 = 43. Kadang jumlah peraih medali melebihi nilai yang ditetapkan statuta, misalkan karena ada beberapa peserta yang memperoleh skor yang sama pada nilai batas dua medali berbeda. Dari 400 peserta IPhO Estonia 2012, jumlah medali emas yang dibagikan adalah 11,25% dari jumlah peserta, jumlah medali emas dan perak 29%, jumlah medali emas, perak, dan perunggu 52%, jumlah medali emas, perak, perunggu, dan honorable mention 68%. Sebanyak 263 peserta dari 45 negara mendapat penghargaan. Tabel di bawah adalah jumlah medali yang dibagikan pada lima IPhO teakhir serta jumlah medali yang diraih peserta dari Indonesia.

Tahun Tempat Jumlah medali emas Jumlah medali perak Jumlah medali perunggu Jumlah honorable mention
2012 Estonia 45 (1) 71 92 (1) 64 (3)
2011 Thailand 54 (1) 70 (1) 94 (3) 68
2010 Zagreb 35 (4) 66 (1) 97 66
2009 Mexico 41 (1) 70 (3) 79 (1) 45
2008 Vienam 46 (2) 47 (2) 78 (1) 87
Catatan: Angka dalam tanda kurung adalah jumlah medali yang diperoleh tim Indonesia

Karena aturan ini pula maka yang mendapat medali tidak harus memiliki nilai sangat tinggi. Pada Olimpiade Vietnam 2008, dari skor maksimum 50, Rudy Handoko Tanin dengan skor 33,30 mendapat emas, Adam Badra Cahaya dengan skor 27,48 mendapat perak, dan Tyas Kokasih dengan skor 21,20 mendapat perunggu.

Aturan serupa terjadi di IJSO. Berdasarkan pasal 8.7 statuta IJSO: (a) medali emas diberikan kepada 10% peserta peraih nilai tertinggi, (b) medali perak diberikan kepada 20% peserta peraih nilai tertinggi berikutnya, dan (c) medali perunggu diberikan kepada 30% peserta peraih nilai tertinggi berikutnya lagi. Dengan demikian sebanyak 60% peserta akan mendapatkan medali. Pada IJSO di Durban, Afrika Selatan tahun 2011, jumlah peraih medali emas 23, perak 46, dan perunggu 74 dari total 281 peserta.

Mudah Diterima di Sekolah Luar Negeri

Salah satu manfaat yang didapat para peraih medali olimpiade adalah umumnya mereka mudah diterima untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Berdasarkan data Kemendikbud, penerima beasiswa OSI tahun 2009-2011, tercatat 36 orang kuliah di luar negeri, khususnya Singapura, dan 33 anak lain di dalam negeri. Kalau kita buka laman Tim Fisika Olimpiade Indonesia (http://www.tofi.or.id/), sebagian besar peraih medali IPhO sedang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Singapura sangat memudahkan peraih medali OSI untuk kuliah di National University of Singapore maupun Nanyang Technology University. Kadang proses penerimaan jauh lebih mudah daripada proses penerimaan oleh PTN dalam negeri.

Mengapa mereka mudah diterima di perguruan tinggi luar negeri? Mereka adalah orang yang memiliki intelektualitas tinggi hasil seleksi secara ketat. Universitas mana pun di dunia selalu berusaha mencari calon mahasiswa seperti ini. Tidak jarang universitas tersebut atau negara tempat universitas tersebut berada mengeluarkan biaya besar untuk menjaring calon terbaik. Universitas-universitas di Jepang menjaring mahasiswa terbaik dari seluruh dunia dengan menggunakan dana Monbusho. Negara-negara maju lainnya juga melakukan promosi dengan biaya cukup besar untuk mendapatkan calon mahasiswa terbaik di seluruh dunia.

Pada peraih medali OSI telah diseleksi secara ketat di Indonesia dengan dana dari Indonesia. Kalau ada universitas luar negeri yang bersedia menerima maka universitas tersebut telah sangat berhemat. Mereka tidak perlu keluar dana, karena sudah dikeluarkan Indonesia. Mereka langsung menerima calon mahasiswa yang sesuai dengan keinginan bahkan melebihi yang dinginkan tanpa susah payah dan tanpa keluar dana.

Kadang Kita Over Dosis

Melihat makna medali dari penyelenggaraan olimpiade, tampaknya masih kalah gengsi dengan medali dalam perlombaan/pertandingan yang umum kita kenal. Jumlah peraih medali emas olimpiade bisa di atas 50 orang. Begitu ada peserta Indonesia meraih medali, sering kali pemberitaan media kita sangat bombastis seolah Indonesia luar biasa hebatnya. Kalau ada satu peserta mendapat medali emas maka sebenarnya ia hanyalah satu dari 50an peraih emas. Bisa saja ia berada pada urutan ke-50an. Kalau ada yang meraih medali perunggu maka bisa saja ia berada di urutan 200 dari 400 peserta.

Penyelenggaraan olimpiade sains di Indonesia kadang terlalu mewah sampai dibuka presiden segala. IPhO 2002 di Bali dibuka presiden Megawati dan diselenggrakan di hotel mewah. Olimpiade serupa yang diselenggarakan di negara lain kadang hanya dibuka pejabat setingkat kepala dinas kabupaten.Rasanya terlalu terhormat jabatan presiden hanya untuk membuka olimpiade sains. Jangan-jangan peserta negara lain geleng-geleng kepala, kok kepala negara Indonesia ikut repot membuka acara seperti ini, padahal di negara kami cukup oleh kepala dinas.

Dari sisi tempat penyelenggaraan kita juga sangat heboh. Pada IPhO ke-30 tahun 1999 di Padova, Italia, peserta diinapkan di Copernico dormitory, yaitu asrama mahasiswa Universitas Padova. Sewa kamar antara 100 – 270 euro/minggu. Pada IPhO ke-31 tahun 2000 di Lichester, Inggris, peserta menginap di College Hall of Residence dengan sewa kamar 7 poundsterling/hari. Pada IPhO ke-36 di Salamanca, Spanyol, peserta menginap di University hall. Pada IPhO ke-41 tahun 2010 di Kroasia, peserta menginap di Student dormitory, dengan tariff 100 euro/bulan. Bandingkan dengan IPhO ke-33 di Bali. Siswa menginap di hotel bintang 5 Inna Grand Bali Beach (tarif kamar di atas Rp 700 ribu), dan pendamping menginap di hotel bintang 5 Sheraton Nusa Indah (tarif kamar di atas US$200/malam).

IMSO yang diselenggarakan di Indonesia sejak 2005 juga menggunakan akomodasi hotel-hotel mewah seperti Sari Pan Pacific, Nikko, Borobudur, JW Marriot (Jakarta), Sheraton (Lombok), Phonix (Yogyakarta), dan Holliday Inn (Bali). Semuanya adalah hotel bintang 4 dan 5. Tahun 2011, IMSO pertama kali diselenggarakan di luar Indonesia. Philipina menjadi host dan acara dilaksanakan di Villa Caceres Hotel di Naga City, yang merupakan hotel bintang 3. Sewa kamar standar sekitar US$ 47/malam.

Harus diakui, olimpiade sains bermanfaat dalam meningkatkan minat belajar siswa di bidang sains dan untuk memetakan kemajuan pendidikan di tanah air. Tetapi jangan kita terlalu berlebihan memaknai dan terlalu berlebihan dalam penyelenggaraan. Hanya kita yang terlalu jauh berasumsi bahwa meraih medali di olimpiade sains sangat mengharumkan nama bangsa.

Sumber : https://www.facebook.com/mikrajuddin.abdullah/posts/436600893048121

3 thoughts on “Proporsional Memaknai Olimpiade Sains

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s